Pertemuan dengan Muadzin Masjidil Haram - Jejak Inspirasi Transformasi

Catatan Pribadi Berbagi Inspirasi Untuk Bertransformasi Menjadi Pribadi Lebih Baik ------------------------------------------------------------------------------------------

Terbaru

Selasa, 30 Juli 2024

Pertemuan dengan Muadzin Masjidil Haram

Hari Senin, sekitar jam 8 malam melakukan perjalanan menuju ke daerah syaibani, untuk ke sebuah lokasi pertemuan dan jamuan malam dengan para muadzin masjidil haram.

pada acara tersebut syaikh hasan bukhary memberikan informasi bahwa tempat yang digunakan adalah hasil wakaf, dan di kota makkah hampir tiap negara didunia mempunyai tanah wakaf di kota makkah, bahkan bisa dikatakan kota yang paling banyak tanah berstatus wakaf.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh 3 muadzin masjidl haram , diantaranya adalah

syaikh Ibrahim Al Madani, Syaikh Muhammad bin Ahmad Al Maghribi dan Syaikh Abdullah Ba'afif.






diantara poin-poin yang saya catat :

1. Syaikh muhammad Al Maghribi menyatakan ibadah merupakan sunnah muttaba'ah, dari generasi ke generasi, begitu juga dengan adzan. dan terkait adzan di makkah model, nadanya memang seperti itu, jika ada muadzin masjidil haram punya gaya khas, silahkan bisa digunakan diluar masjidil haram, adzan masjidil haram punya taste tersendiri. dan adzan mekkah dan madinah mempunya kaedah-kaedah tersendiri

2. Syaikh Ibrahim Al madani, memaklumi adanya perbedaan gaya dan nada adzan-adzan yang ada di dunia islam, karena memang fitrahnya seperti itu, pita suara orang tidak ada yang sama

3. Syaikh Abdullah Ba'afif, membandingkan antara adzan makkah dan madinah

adzan madinah ; mempunyai kesan spiritual yang tenang, thulul jumal, lafadz dan huruf dan ada nuansa bahagia

adzan makkah ; ada unsur kuat, keras sedari lafadz adzan pertama, karena bisa jadi dipengaruhi oleh iklim, suasana dan kondisi geografis kota makkah. identik adzan yang cepat dan kuat.

dalam acara tersebut masing-masing muadzin menunjukkan cara adzan,






dan pada sesi tanya jawab , ada beberapa pertanyaan yang menarik

1. apakah adzan selama ini ada sanad yang bersambung sampai bilal bin rabah, dan jawabannya memang ada, karena seperti yang disampaikan bahwa adzan diajarkan dari 1 generasi dengan metode talaqqi dan talqin, mengetahui hukum-hukumnya, dan penekanan lafadz yang ada. dan adapun sanad hanya dianggap sebagai keberkahan ketersambungan sanad

2. terkait cerita rahasia kenapa bisa menjadi muadzin masjidil haram, yang adzannya bisa terebar keseluruh penjuru dunia,

syaikh ibrahim al madani menceritakan bahwa perjalanan hidup beliau sampai terpilih menjadi muadzin adalah karena berbakti kepada ibunya, bagaimana menggemberikan hati ibunya, misal dengan memijat atau lainnya, dan suatu saat beliau didoakan ibunya menjadi muadzin masjidil haram dan kenyataanya pun doa itu terkabul dan berjalan dengan lancar, ini adalah karunia Allah.

Syaikh Abdullah Ba'afif, beliau awalnya kerja di lembaga kementrian terkait penyiaran, singkat cerita beliau bertemu dengan bapak-bapak tua yang sudah cukup lama hampir 3 bulan mengurus berkas, dan akhirnya dibantu oleh syaikh ba'afif, dan kelar, dan diakhir itu semua, bapak tersebut mendoakan bahwa kelak kamu akan punya pekerjaan yang lebih mulia dari pekerjaanmu hari ini. beliau berpesan jadilah pribadi yang suka menolong, 

والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه

menolong sifatnya umum, bisa dengan harta, senyuman, kata-kata baik dan lain sebagainya, dan bahkan beliau punya teman yang suka gemar menolong orang yang hampir-hampir ditanya sama beliau, kalo kayak gini ya kita pulangnya ya larut malam lah...

sedangkan syaikh al maghribi tidak punya kisah unik, namun beliau menukilkan terkait amalam-amalan para muadzin ketika sejak keluar dari tempat beliau adzan sampai dengan pintu keluar haram, tidak henti-hentinya mendoakan semua jama'ah yang hadir di masjidil haram, baik yang hadir untuk shalat, umroh atau haji.

kemudian beliau menceritakan juga ada seorang muadzin senior, yang mana beliau sangat memegang teguh terkait adab-adab adzan, mulai dari sebelum adzan dengan mempersiapkan hati dan spiritual, shalat sunnah terlebih dahulu, membaca al qur'an, tidak mengobrol, bahkan ketika menjelang 10 menit waktu shalat hendak masuk, beliau makin fokus dan khusu'.

kemudian ada pertanyaan dari peserta asal turki, di mana lokasi muadzin dan shalatnya dimana, ruang muadzin ada di dekat shafa dan menghadap ka'bah, sedangkan imam masjid ada segaris dengan maqam ibrahim.

terkait kenapa muadzin menjadi bilal ( mengikuti suara dari imam ketika shalat dengan bacaan takbir ) padahal suara speaker masjidil haram sudah keras dan menggelegar,

untuk pertanyaan ini syaikh hasan bukhary yang menjawab bahwa ini semua demi kemaslahatan kaum muslimin yang shalat di masjidil haram, bayangkan 2 juta lebih orang shalat, jika suatu saat terjadi kesalahan teknis secara alat sound, masih bisa diback up oleh suara bilal, dan ini adalah tindakan preventif atau jaga-jaga. memang jika masjid kecil tidak perlu. jika 1 waktu shalat kok terjadi kesalahan teknis akan ada jutaan manuisa bertanya ini gimana shalatnya, posisi imam rukuk apa sujud, padahal kita tahu yang shalat meluber sampai hotel dan dimana-mana.

diakhir sesi syaikh al maghribi memberi tahu ada model suara bilal yang digunakan pada saat terjadi hujan, maka mempunyai gaya yang berbeda ketika mengiringi takbirnya imam, yang disebut dengan maqom usyaq.

ada sebuah cerita, ada orang buta didalam masjidil haram yang tertutup, tapi orang tua ini ngeh dengan model maqom usyaq ini, maka beliau tau kalau diluar cuacanya lagi hujan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar