Perjalanan ke thaif kurang lebih memerlukan waktu 1,5 jam dengan kendaraan bus, selama perjalanan pemandangan kanan kiri gunung-gunung bebatuan, satu hal yang menjadi renungan yaitu perjalanan nabi dari mekkah ke thaif dengan medan yang jauh dan gersang, berharap ada respon positif atas dakwah-nya, namun harapan diluar ekspektasi, usiran dan lemparan batu, bayangkan sudah lelah, capek, berbuah penolakan dan luka fisik, apakah nabi dendam dan mengeluh ? tentu tidak, apa nabi kapok berdakwah ? tentu tidak. layaklah beliau disebut ulul azmi. ada banyak ibroh yang didapat dari siroh nabawaiyah.
kunjungan pertama yaitu ke masjid abdullah bin abbas, sahabat yang menjadi ulama di wilayah mekkah, selama ini saya kira beliau tinggal disekitar haram, dan dimakamkan di ma'la, ternyata beliau wafat di thaif, ada beberapa orang yang berdoa dan meratap disekitaran makam beliau yang sudah ditutup sama tembok. kami shalat dzuhur di masjid tersebut, masjid abullah bin abbas.
meski sebelumnya ada drama yaitu bis yang mengangkut kami, ditilang polisi, jadi bannya di kunci, karena telah melakukan pelanggaran sebelumnya, yaitu terkena denda sekitar 11 juta rupiah.
kunjungan kedua kita ke sebuah tempat peristirahatan untuk makan siang, ditraktir oleh syaikh hasan bukhary, kita ditempat tersebut sampai jam 4 sore, dan berlajut ke lokasi ketiga yaitu ke safari thaif, ya kayak dufan lah...
kaki masih sakit, lelah dan nyeri harus kutahan...harapannya ada 2, kaki sembuh dan setiap nyeri sebagai pelebur dosa selama ini
sampai hotel sekitar jam 10 malam...











Tidak ada komentar:
Posting Komentar