Diantara
kegagalan pondok dalam menjalankan program-programnya adalah, terjadinya broken
home dalam internal lembaga, baik diantara
-
Pondok dengan madrasah
-
Guru dengan musyrif
-
Antar sesama musyrif
atau guru
Yang akibatnya akan berdampak
kepada santri, santri yang akan menjadi korban, baik dari segi kebijakan atau
perlakuan, kita dapat belajar dari kisah nabi yaqub bersama nabi yusuf, ketika
nabi yakub memberikan perlakukan dan perhatian yang berbeda dibanding
saudaranya yang lain, dan akhirnya memunculkan prilaku bulying oleh para
saudaranya nabi yusuf kepada nabi yusuf.
Sehingga dapat diambil
kesimpulan, diantara kunci sukses yang dalam pengasuhan adalah harmonis dalam 1
tim atau lembaga.
Kita dapat mengambil Inspirasi
dari dari surat As shaf ayat 4,
إِنَّ
ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم
بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ
“ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang
berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
Ayat diatas menginspirasi bagaimana
sesama musyrif, guru mampu 1 visi, 1 hati, 1 startegi dalam menuju tujuan dan
cita-cita bersama. Sebuah organisasi atau lembaga pendidikan yang mempunyai
barisan yang kuat dan rapi, namun jika sebaliknya terpecah dan longgar, rapuh
akan menjadikan lembaga tersebut lemah dan berdampak buruk ke berbagai aspek (pelayanan,
kepengawasan, kepengasuhan )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar