Kajian ini disampaikan oleh ustadz syuaibul huda, pada rapat akhir bulan september 2024, beliau mengambil tema untuk saling menjaga keikhlasan, jangan sampai saling menganggu keikhlasan orang lain.
Beliau mengawali cerita yang terjadi pada saat perang yamamah, ,ketika kaum muslimin memerangi musailamah al kadzab.
Singkat cerita , pasukan musailamah terpojok di sebuah benteng , dan pasukan musailamah mampu berlindung dan sekaligus memanah kaum muslimin,
dan kaum muslimin kesulitan membalas serangan tersebut.
Khalid bin walid selaku komandan perang memohon dianugerahkan ide untuk bisa memecahkan masalah ini, muncullah sosok yang bernama Al Bara bin malik, mengusulkan agar dirinya ditempatkan pada manjaniq ( ketapel besar ), dan meminta sambil dilindungi dengan panah kaum muslimin. Al Bara menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui akan selamat atau tidak, yang penting ikhtiar dulu.
Akhirnya Al bara mampu masuk ke dalam benteng meski dengan penuh luka serta dapat membuka pintu benteng, dan akhirnya pasukan muslimin mampu memasuki benteng tersebut dan musaimalah mati dalam bentengnya sendiri.
cerita yang kedua adalah ...
Pada masa Kekhalifahan abdul malik, ada pasukan yang dipimpin oleh maslamah bin malik ( anak raja tapi hasil dari budak perempuan)
Pada saat penyerangan konstatntin, maslamah mengetahui ada celah yang mampu diterobos, maslamah menginformasikan siapa yang siap, tapi tidak ada yang enggan maju, karena terlalu beresiko, lalu muncullah ketika terjadi peperangan tentara yang bercadar, dan akhirnya mampu masuk lewat celah tersebut dan akhirnya mampu membuka pintu benteng.
Disaat perang sudah usai, maslamah akan memberikan hadiah bagi tentara yang telah mempunyai jasa besar , tapi tidak ada yang datang, tiba-tiba ada yang datang terkait sosok tentara bertopeng, tapi dia mempunyai beberapa syarat yaitu :
1. Identitasnya jangan dilaporkan ke khalifah.
2. Jangan bertanya tentang namanya.
3. Jangan memerintah apa saja, misal untuk datang ke kerajaan. ( diversi yang lain, jangan memberi hadiah )
Setelah maslamah menyanggupi syarat tersebut, tentara bertopeng tersebut mengatakan, saya adalah orang tersebut, lalu tentara tersebut lari dengan cepat untuk menghilang.
Sejak saat itu, Maslamah selalu berdoa setelah shalat
" ya allah jadikan aku yang bisa bersama pemakai niqob tadi, di hari kiamat kelas "
Dari cerita pertama kita belajar, inovasi dan kreatifitas adalah bimbingan dan anugerah Allah, maka mintalah ..menjadi guru selalulah berinovasi dan berkreasi dalam berjuang mendampingi para santrinya,
dan dari cerita yang kedua, ketika semua energi, lelah fisik dan pikiran itu semua dilakukan harus karena mencari keikhlasan, jangan sampai ketika sudah ada berbagai kenikmatan yang ada baik gaji atau fasilitas, melunturkan keikhlasan.
Ikhlas memang banyak hambatan dan tantangan, oleh karenanya saling mendoakan agar dianugerahi keikhlasan. Dan saling menjaga keikhlasan agar nuansa terjaga. Jangan saling menganggu keikhlasan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar