Kelas Pemikiran (Bag 2 ) # Teacher Masterclass Batch 2 - Jejak Inspirasi Transformasi

Catatan Pribadi Berbagi Inspirasi Untuk Bertransformasi Menjadi Pribadi Lebih Baik ------------------------------------------------------------------------------------------

Terbaru

Sabtu, 04 Mei 2024

Kelas Pemikiran (Bag 2 ) # Teacher Masterclass Batch 2

 


Kodrat Alam dan Kodrat Zaman

    Selama ini, saya hanya tau konsep ki hajar dewantara yang tut wuri ...dst. Selama 3 jam lebih, prof. Sutrisna memaparkan tentang Pendidikan yang Memerdekakan berdasar konsep Ki Hajar Dewantara, dan memang layaklah jika beliau disebut bapak pendidikan, karena konsep yang digagasnya sungguh visioner, diantaranya adalah " Kodrat Alam dan Kodrat Zaman " ( detailnya silahkan dibaca sendiri di foto terposting )

    saya langsung ke contoh nyata, riill yang sudah kami ( saya dan istri ) terapakan semampunya ketika ngurus santri dipondok, terkait kodrat alam khususnya, dan akan saya ceritakan sukses story nya.

    Pendidik ( guru / Musyrif ) ibaratnya seorang petani yang menanam tanaman yang berbeda dalam 1 lahan ( ada padi, jagung dll ), meskipun tanaman itu berbeda, tugas petani adalah menjaga dan membersamai tanaman itu agar tumbuh dan berkembang, sesuai kodratnya, jika bibitnya padi, maka jangan berharap bibit padi tumbuh menjadi jagung, begitu juga sebaliknya. dalam perawatanpun mungkin ada sedikit perbedaan perlakukan, namun ada misi yang sama yaitu menjaga tanaman - tanaman tersebut agar terlindungi dari hama.

    Tumbuh sesuai kodrat yang dimaksud adalah menumbuhkan dan mengembakan potensi santri yang ada, melindungi dari hama yaitu melindungi dari bahaya toxic ( terkait akhlak, pergaulan dll ) yang tidak baik. Petani yang dimakud adalah para pendidik yang membersamai tumbuh kembang santrinya hingga menemukan "kodrat alam"nya.

    Sukses story yang akan sharingkan ;

    diantara angkatan lulusan santriwati tahun 2022, ada 1 santriwati secara akademik dibawah rata-rata ( bisa dibilang 5 besar dari bawah ), ketika covid 2020 an, alhamdulillah dia telah menemukan kodrat alamnya, bakat sudah ditemukan yaitu terkait dalam hal tulis menulis, berbagai lomba kepenulisan dia ikuti, dan selalu mendapat juara 3 besar, tugas kami ketika dia kembali ke pondok adalah merawat dan memfasilitasi dan mengarahkan skill yang dimiliki dengan membentuk KPM ( komunitas Pena Menari ) yang dibimbing secara online oleh Penulis nasional yang alumni ma'ahid. ya..memang kami berdua tidak faham dunia kepenulisan, yang bisa kami lakukan adalah " Conecting dots " menyambungkan titik-titik kolaborasi dengan pihak lain, untuk tercapainya target. Sekarang santriwati tersebut sudah menghasilkan karya buku yang ber-ISBN

    Sukses Story yang kedua, hampir mirip, terjadi di angkatan tahun ini juga, secara akademik dia 3 besar dari bawah, dulu dia menjadi pribadi yang sensitif ( bisa - bisa mau pindah sekolah ) dan akhirnya hari ini sudah ketemu bakatnya, sama di dunia kepenulisan, tahun lalu juara dan mendapat hadiah uang lumayan besar, 3 juta an

    Sukses Story yang ketiga, ada 1 santriwati tahun lalu, secara atitude dan akhlak, saya sendiri ngurut dada, tidak tau dengan cara apa, dan sama, dia ingin keluar juga dan pindah sekolah, hampir semua teman dan beberapa pendidik menjudge sebagai anak nakal dan bermasalah, tapi alhamdulillah ...sudah ada perubahan, memang perlu waktu dan kesabaran, perlu membangun jembatan rasa, menjadi sahabat dikala semua membencinya ( kalo ini yang jago dan telaten istri saya ), semoga perubahan ini bisa istiqomah. si santriwati menemukan kodrat alamnya dalam dunia leadership dan organisasi.

    yang menjadi kesimpulan itu gini, ketika ada santri yang dalam tanda kutip dianggap nakal atau bermasalah, diantara sebabnya adalah potensi dan energi ( kodrat alam ) nya tidak ada yang mengarahkan, tidak ada yang membantu menemukan. ketika energi dalam dirinya tidak tersalurkan, maka sesuai hukum energi dia harus berubah bentuk, dan bentuknya menjadi hal-hal yang dianggap nakal ( bolos, ngrokok, dll ), tapi jika sudah ketemu kodrat alamnya dan tersalurkan ditempat yang positif insya allah tidak akan menyalurkan energinya kepada hal yang dapat merusak dirinya atau lingkungannya.

    untuk kodrat zaman bisa dibaca sendiri, intinya bagaimana membekali anak dengan kodrat dan perkembangan zaman yang ada, dan tentu ada batasan norma agama dan sosial yang perlu diperhatikan.

semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar