Membaca Pesan Cinta-Nya dari Drama di Bandara Muscat - Jejak Inspirasi Transformasi

Catatan Pribadi Berbagi Inspirasi Untuk Bertransformasi Menjadi Pribadi Lebih Baik ------------------------------------------------------------------------------------------

Terbaru

Minggu, 14 Juli 2024

Membaca Pesan Cinta-Nya dari Drama di Bandara Muscat



Sekitar maghrib waktu muscat, pesawat landing di bandara muscat, dan transit sekitar 2 jam untuk melanjutkan perjalanan ke jeddah sekitar 2 jam an, 



ketika transit, maka akan melalui bagian pengecekan barang-barang yang pakai X-Ray, semua barang sudah beres diperiksa, berjalanlah kami menuju gate 20, sekitar 100 meter perjalanan, saya baru sadar tas coklat yang saya tenteng ternyata ketinggalan di tempat pemeriksaan, panik ..kaget...karena dalam tas itu adalah ibarat "nyawa", ada dompet penuh dengan kartu dan uang, buku vaksin miningitis,dan beberapa barang lainnya..

akhirnya lari kenceng sekitar 100 - 150 meter, sampai sana, tanya sama petugas yang biasa (karyawan-lah) saya tanya, liat tas warna coklat yang ketinggalan, dia hanya geleng-geleng. panik bingung makin bertambah....akhirnya lari lagi menuju teman2 rombongan...tentu mereka sudah makin jauh, terlebih mereka pakai lift yang berjalan otomatis, jadi jarak mengejar makin jauh 200 - 300 meter ada, saya tanya ke temen rombongan apa ada yang bawakan apa nggk... karena waktu di bandara soekarno hatta, ada teman yang ketinggalan dompet dibawakan sama teman yang lain...


Nah, dari kejauhan...terlihat tas yang warna dan modelnya sama, saya mulai agak tenang...oh itu dia, saya tanya itu tas saya kan ya....makin kaget ketika akh novendri yang punya tas, bukan ini tas saya, dan memang tas dan model itu sama persis....100 % sama....waduh,,,makin panik...gmn nih...

akhirnya minta izin ke ketua rombongan...untuk kembali titik yang tadi..tempat pemeriksaan xray...

tentu jarak makin jauh dari titik saya berlari 500 meter ada, ngos-ngosan sudah pasti, karena itu "nyawa"

akhirnya ada petugas resmi, ya pakai seragam kayak bea cukai...laporlah..pakai bahasa inggris dan akhirnya ditanya apa isinya, saya bilang ini itu, terus beliau bilang...power bank...ya bener...yes..

akhirnya diambilkan sama petugas tadi dan sudah diamankan sama beliau......

amat sangat beda cerita jika tas itu diambil sama orang lain....makin pusing lah...

mau diurus kalo sudah sampai saudi ? ya..susahlah, muscat - jeddah 2 jam naik pesawat, pikiran saya harus tuntas tas itu ada dimana...

akhirnya balik lagi ke rombongan,,,,800 meter ada,,,,meski ngos-ngosan tapi seneng banget, tas ketemu...


Nah...selama didalam pesawat, usai ganti ihram sebelumnya di mushola bandara muscat, ada 3 pelajaran yang saya ambil 

1. teringat hadis tentang betapa bahagianya Allah ketika ada hamba-nya bertaubat melebihi bahagianya ketika ada orang di padang pasir, panas , tidak ada apa, kering kerontang tidak ada apa-apa, dan bangun-bangun ternyata onta-nya beserta bekalnya hilang---panik dan bingung--pastinya, namun tiba-tiba onta tadi balik / ketemu tentu bahagia banget..

nah diri ini, Allah cicipkan secuil rasa...rasa bahagia yang memuncak..dan Allah ingin "menitipkan rasa" bahwa ; " fahmi...kalo kamu bertaubat, diriKu akan seneng banget melebihi senengnya kamu dapetin tas coklat mu tadi"


2. teringat cerita larinya siti hajar bolak balik 7 kali untuk mencari air di padang pasir...memang diri ini dulu pernah berfikir, kenapa siti hajar balik lagi ke titik yang pertama setelah tadi didatangi ternyata tidak ada airnya, tapi didatangi lagi dan lagi sampai 3 kali tentu akan terkesan konyol, sudah tau tidak ada air nya didatangi lagi..

lewat kejadian yang saya alami, menyadarkan bahwa balik ke titik awal bukan kekonyolan, tapi bentuk keyakinan bahwa dititik awal tadi masih ada setitik harapan, harapan tentang menyambung nyawa, jika siti hajar air sebagai nyawa-nya, diriku adalah tas coklat tadi.

 

3. setelah tas coklat yang berisi dokumen-dokumen penting tadi, dokumen yang bisa mengantarkan ke negara tujuan atau negara asal dengan tenang, maka dalam renungan dalam pesawat bahwa tas tersebut adalah ibarat qolbun salim, jika tas itu yang sudah dicari susah-susah dan didalamnya ada hal penting tentu tidak akan lagi lalai untuk kehilangan kedua kalinya...

kembali ke Allah dengan hati yang bersih akan menenangkan....menuju ke tanah suci dan kembali tanah air dengan membawa tas coklat yang berisi dokumen visa paspor dan uang juga akan menenangkan...

sekelumit cerita yang memiliki pesan spiritual mendalam untuk diri pribadi yang tepat pada usia 40 dan momen ulang tahun diri ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar