Perjuangan mencari donatur untuk sponsor Dauroh di Ummul Quro ( Part 1 ) - Jejak Inspirasi Transformasi

Catatan Pribadi Berbagi Inspirasi Untuk Bertransformasi Menjadi Pribadi Lebih Baik ------------------------------------------------------------------------------------------

Terbaru

Kamis, 06 Juni 2024

Perjuangan mencari donatur untuk sponsor Dauroh di Ummul Quro ( Part 1 )

 








    sekitar bulan april mendapat info yang dishare di grup WA alumni LIPIA, yaitu akan dilaksanakan dauroh pelatihan bahasa arab di universitas ummul quro, makkah. 

    terkait biaya pelatihan sudah ditanggung oleh pihak universitas, sedangkan biaya hotel dan makan, sudah ditanggung muhsini di saudi, hanya saja biaya transpor sebesar 23.200.000 ditanggung pribadi. begitu juga biaya-biaya pengeluaran pribadi lainnya.

    singkat cerita saya bikin paspor, biaya yang dibutuhkan 350.000, dan akhirnya jadi. lalu upload semua berkas dan persyaratan ke pihak darunnujah , pihak yang diberi amanah untuk memfasilitasi kegiatan ini.

    awalnya ada 50 an peserta, setelah proses seleksi dan lain-lain, akhirnya yang terpilih 29, jadi ada 3 orang yang tidak terpilih oleh pihak universitas.

    terkait biaya 23.200.000, saya sudah melakukan DP 1 dengan menjual emas dan mengambil uang asuransi di prudential. total DP 1 sebesar 10.000.000

untuk sisanya mikir, ini apa menjual asetkah, gadai barang kah, pinjam bank kah atau gimana...

    akhirnya memberanikan diri untuk membuat proposal permohonan untuk membantu kegiatan ini, ada 3 proposal yang saya sebar ke lembaga yaitu LAZISMU, Baitul Maal Hidayatullah dan BSI Maslahat.

    tadinya mau mengajukan ke BAZNAS, tapi karena dapat informasi kalo lembaga negara agak susah cair, jadi akhirnya tidak mengajukan ke sana,

    Baitul Maal Hidayatullah dan BSI Maslahat tertolak, dengan alasan seperti pada gambar,

    untuk LAZISMU, alhamdulillah diterima, berawal diminta hadir pada hari Rabu, 8 Mei 2024 untuk proses wawancara dengan pengurus LAZISMU yaitu ustadz umar, pak nurur rohman.

    Dalam wawancara tersebut, LAZISMU Kudus mempunyai 3 pilihan tawaran, yaitu membiayai sebesar 5 juta, lalu membiayai kekurangan yang ada ( jika dari lembaga pendidikan sudah memberi bantuan ), lalu opsi ke 3, membiayai sepenuhnya yaitu 13.200.000

    yang membuat speechles adalah, LAZISMU Kudus bersedia memberi 13.200.000,-, namun karena saya dulu adalah bagian dari LAZISMU Kudus, bagaimana perjuangan teman-teman dari LAZISMU mengumpulkan dana dari para donatur, membangun sistem, dan masih banyak yang juga perlu dibantu, maka saya mencukupkan diri untuk menerima opsi yang pertama saja, karena bagi saya sudah cukup itu.

lalu bagaimana dengan lembaga tempat saya mengabdi, apakah memberikan support dana ?, 

    ketika saya mengajukan izin atau menginfokan kalau saya mau ada acara, ditanya sama bapak kepala, dan dilain hari ditanya oleh kabid pendidikan, kira-kira bantuan apa yang dibutuhkan.

    jadi tawaran itu ada, tapi karena saya orang dalam dan tau bagaimana keuangan yang ada, serta saya harus menjadi contoh bahwa selama ini tidak ada post anggaran terkait model kegiatan seperti ini, dan terlebih lagi ini adalah inisitiif saya sendiri untuk mengikuti acara ini, bukan tugas atau utusan resmi dari lembaga, maka saya tau diri untuk tidak mengajukan dana sponsor. cukup dengan diberi izin / cuti sudah sangat cukup bagi saya. serta diberi izin untuk mencairkan 5 bulan gaji lebih awal itu sudah sangat menolong bagi saya. 

    ala kulli hal , hanya doa kebaikan bagi semua pihak yang sudah perhatian dan membantu untuk dauroh ini, teruntuk khususnya segenap pengurus LAZISMU Kudus dan para donaurnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar