Nikah,,nikah,,terus,,kenapa sih tema ini tidak ada abisnya untuk dibahas ???,,selama manusia masih ada dimuka bumi dan kaum wanita dan laki-laki masih saling mencinta,,maka bumi akan tetap memekarkan bunga cinta beraroma kasih sayang dan kelembutan.
Penerbitan pun berlomba-lomba menerbitkan buku bertema nikah,,,dan oplah yang diterima pun sangat banyak,,seminar-seminar pra nikah banyak digelar,,konsultasi,,biro jodoh pun ikut mengambil bagian,,
Jika melihat judul note ini, kita pasti ingat sebuah buku yang mempunyai judul yang hampir sama,,,tapi kali ini,,coba kita cermati lebih dekat dengan keadaan yang lebih nyata,,,khususnya di Kampus tempat saya mengambil licence, ( Lc )
Nikah Vs Kuliah,,cukup ekstrim juga jika kita mengatakan “ Versus “,pasalnya dua hal tersebut adalah sama-sama ibadah sekaligus mempunyai amanah yang berat bagi manusia,,beberapa waktu lalu, dalam kuliah yang dibimbing oleh Dr. Daud Rasyid,,lulusan Timur Tengah,,,beliau mengatakan,,jangan melihat nikah dalam satu sisi saja,,,karena dalam nikah itu ada amanah yang besar,,membina, mendidik,serta menafkahi keluarga ( anak dan istri ),,dan ingat,,belajar kalian di sini ( LIPIA ),,juga amanah yang besar pula,,,kalian tinggal 4 semester,,jadi bersabarlah,,, begitulah cetusnya disela-sela kuliah hadis yang beliau ajarkan. Dan bagi yang bisa menggabungkan keduanya,,, ya tidak mengapa,,,karena kemampuan orang itu berbeda-beda,,begitu imbuhnya.
So,,apa hikmahnya ???,,bahwa kuliah itu amanah dan nikah juga amanah,,2 amanah besar yang butuh keseriusan,,.dan tidak bisa dinafikan ada diantara teman, kerabat yang mampu menggabungkan 2 amanah antara nikah dan kuliah.
Mari kita lihat lebih riil yang terjadi, dikampus yang mana tempat saya belajar,,,
Mungkin bagi temen-temen yang kuliah di LIPIA mendapatkan anugerah yang sangat banyak dan besar bila dibandingkan yang berkuliah di kampus lain,,tapi alangkah sedikitnya hamba-hamba Allah yang bersyukur,,maka pantaslah jika tiap saat,,para dosen-dosen kami mengingatkan untuk lebih giat belajar dan bersyukur karena bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu agama di kampus tersebut.
Dari segi biaya : kampus LIPIA bisa di bilang nol rupiah,,,tak ada uang sepeser pun yang dikeluarkan oleh mahasiswanya,,bahkan 1001 fasilitas diberikan buat mahasiswa untuk serius dalam belajar,misalnya :
Mukafaah 200 real tiap bulan,,( dan bahkan ada berita akan digandakan dalam waktu dekat ),,jika kampus lain,,mungkin ada beasiswa,,tapi ujung-ujungnya beasiswa buat bayar kuliah,,tapi mukafaah ini beda,, karena murni hak mahasiswa sepenuhnya,,terserah mau dipake buat apa. Singkatnya, dah gratis,,,digaji lagi…..
Dalam sisi Kesehatan, disediakan dokter dan obat-obatan gratis, bahkan jika terpaksa dirawat inap,,maka kampus akan menanggung 100 %.
Buku dan kitab dibagikan gratis, kantin yang bersubsisdi, makanan bintang lima, harga kaki lima, kelas yang Full AC, perpustakaan berbahasa arab terbesar se-asia tenggara, serta dosen yang berasal dari Negara asal ilmu Islam berasal seta masih banyak keutamaan yang lain.
Waktu kuliah yang Cuma 5 sehari dari senin sampai Jum’at.
Namun, dengan fasilitas yang seperti itu,,tidak sedikit yang memungkiri atau tidak tahu tentang keberadaan kampus seperti LIPIA,,entah karena kurang sosialisasi atau apa. Sehingga banyak cerita, dari temen-temen kuliah yang pulang,,lalu membawa cerita yang aneh2 sesampai di Jakarta lagi,
misal :
Ada yang Tanya : kuliah dimana mas ?, waktu di jawab LIPIA,,mereka merespon dengan,, “ ooo..LIPI..” ada yang “ooo LPIA,,”.”ooo…LIBIYA di afrika “ hanya senyuman manis yang bisa kita sunggingkan untuk respon-respon seperti itu.
tapi terkadang ada juga respon yang membuat senyum dibibir tapi hati ini agak kurang senang,,
missal. “Ooh,,kuliahnya gratis ya,,khusus buat anak yatim dan orang tidak mampu ya, mas ? “
ada juga yang begini “ hah,,kuliah dah 7 tahun tidak lulus ato belum lulus juga,,mas bodoh apa bego ya ? “,,
ada juga : “ emang kuliah di LIPIA kalo lulus bisa jadi apa ?, kerjanya apa ?,,,serabutan ya ?,,teroris ya ?,,
masih banyak lagi ittiham-ittiham yang kurang baik lantaran mereka belum mampu merasakan seafood yang dimasak oleh koki yang terhebat di dunia lantaran mereka cuma bisa merasakan lezatnya kerang-kerang hijau yang disantap di pinggir pantai,,,
Nah,,setelah tau bagaimana garis besar tentang kondisi kampus yang jadi objek penelitian,,,..ternyata banyak juga yang menikah disaat kuliah,, bahkan kalo ada libur musim panas tiba,,, 5 sampai 6 temen sekelas bisa melangsungkan pernikahan di saat datang liburan musim panas yang lamanya 3 bulan berturut. Bahkan kalo dihitung-hitung 45 % temen sekelas sudah pada menikah,,dan mungkin saja sekitar 40-50 % mahasiswa di LIPIA juga sudah menikah ( ini baru perkiraan,,belum data resmi )
Kenapa mereka mampu menggabungkan 2 amanah besar dalam waktu yang bersamaan ???,,bagaimana mereka membagi waktu buat mencari nafkah,,,belajar dengan menghafal muqoror yang cukup tebal,,belum lagi waktu berorganisasi serta dakwah bagi temen-temen yang aktif di luar kampus,,serta bercengkrama dan bermanja-manja dengan istri-istri mereka.
Dari pengamatan yang saya lakukan ( bagi temen-temen yang punya tambahan bisa di tambahakan lewat komentar di note ini ),,ada bebrapa hal yang menyebabkan mereka mampu menggabungkan 2 amanah besar tersebut ( meski ada bebererapa mahasiswa yang sudah menkah diharuskan mengulang mata kuliah karena nilai yang didapat tidak memenuhi standar ).
1. Para mahasiswa dapat pasangan dari kampus yang sama,,jadi mereka punya visi dan misi yang sama tentang hakekat dunia, beragama dan tujuan menikah yang benar dalam bingkai dakwah,,,karena maklumlah mereka diajarkan oleh guru yang sama ( 1 guru 1 ilmu ), jadi,,meski konflik sudah pasti ada namun lebih sedikit,. Serta 2 mukafaah yang lumayan besar dapat digabungkan,,tinggal sang ikhwan mencari sedikit tambahan,,dan terkadang sang istri juga membantu disela-sela waktu kosong. Belajar bersama, hidup bersama,,alangkah indahnya.
2.Muncul paradigma yang menjadi komoditi masyarakat umum, apalagi yang hidup diperkampungan,,,, yang namanya mahasiswa bagi mereka,,ya kuliah,,belajar,,menerima kiriman dari orang tuanya biaya bulanan,,dan belum bisa mandiri, begitulah definisi mahasiswa bagi mereka.
Namun, jika kita melihat kenyatan yang ada, khusunya yang di kampus dimana tempat saya belajar,,mahasiswa LIPIA bukan hanya sekedar KUPU-KUPU ( Kuliah pulang-kuliah Pulang ), apalagi KUNANG-KUNANG ( Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring ), yang ada biasanya kalo aktifis jadi KURA-KURA ( kuliah rapat-kuliah rapat ),,dan yang banyak adalah KUDA-KUDA ( kuliah dagang-kuliah dagang )
Entah perdagangan apa yang mereka lakukan, ada yang jual peci, pulsa, centong, obat-obat herbal, kitab-kitab dari timur tengah, madu, minyak wangi, baju,,ada yang mengajar kemampuan mereka dengan mengajarkan bahasa arab dan baca tulis al qur’an,,masih banyak yang didagangkan n dibisniskan oleh teman-teman di kampus.
Itulah yang membuat mereka mampu menggabungkan 2 amanah besar,,membagi waktu dengan baik anatar kuliah, kerja dan keluarga. Tentu didukung wanita yang sholeha, qona’ah dan mampu mengetahui hakekat dunia dan hidup ini.itulah dukungan terbesar dalam kesuksesasan mereka,,wanita yang sholeha.
Bahkan kalo bicara income,,,meski masih mahasiswa namun nafkah yang didapat kadang lebih besar dari orang yang berkeluarga pada umumnya,,,atau bila disbanding dengan mahasiswa pada umumnya yang masih manja ma orang tua mereka, kalo saya pribadi alhadulillah baru bisa mendapatkan 1.450.000 perbulan,,mungkin temen-temen yag lain justru lebih banyak yang didapat.
Dan ingatlah sebagaimana kata rasul SAW, rizki itu mempunyai banyak pintu,,dan yang paling banyak ada di bidang bisnis, karena dalam bisnis, ketawakalan seseorang itu di uji,, beda dengan yang punya pekerjaan tetap atau PNS,,,terkadang ketawakalan mereka tervirusi pemikiran yang tanpa mereka sadari, seolah-olah bahwa rizki itu dijamin oleh pemerintah atau atasan,,karena inti ketawakalan adalah ketenangan dalam hati. ika kita sudah merasa tenang,,akan berkata “ ah,,tenang aja…akhir bulan dah ada yang ngasih gaji,,,ah tenanglah nanti kalo dah tua ada yang gaji lewat pensiun, atau menjamin di hari tua “,,maka dengan perasaan seperti itu ketawakalan itu teracuni dengan perasaan seperti itu,,,tanpa mereka sadari,,perasaan itu telah meracuni juga tauhid yang menjadi kunci pintu surga,,karena tawakal adalah satu dari konsekuensi manusia mengesakan allah dalam tauhidnya,,esa bahwa rizki itu dari Allah, bukan bersandar atau merasa tenang bahwa pemberi rizki itu adalah manusia tapi Allah azza wa jalla.,,bukankah Allahu As Shomad ?? tempat bersandar,,dan Dia Maha penjamin akan segala sesuatu.
3. Tipe yang selajutnya,,Love long distance,,,cinta jarak jauh,,sebagaian mahasiswa mempunyai istri tapi tinggal berjauhan,,yang laki kuliah sambil kerja dan tentu saja masih punya responbility terhadap istrinya di tempat asalnya atau wilayah yang lain,,dan mungkin setiap bulan atau seminggu atau bahkan ada yang baru waktu liburan baru bisa pulang.
Tentu,,tipe yang seperti ini,,bukanlah wanita yang biasa,,kudu bener-bener sabar dan tentu sholehahnya patut diacungi jempol,,kenapa ??,,karena mereka harus pandai menjaga kehormatan diri dikala suami masih kuliah,,jika dah punya anak,,harus pandai membinanya,,,bisa mencari tambahan sendiri,,dan mampu bertahan dari nafkah biologis sampai sang suami datang,,serta sabar,,sabar di setiap waktu. Emang ada wanita seperti itu ??,,ya tentu ada,,saya bisa menulis seperti ini karena sosok keluarga yang seperti itu,,tidaklah sedikit di kelas ataupun di kampus ini pada umumnya,,ada yang di tinggal di garut, tasik, jawa timur, ada yang di kudus juga dan lain-lain. Mereka buka dari kalangan yang hidup bermanja-manjaan atau glamour,,tapi mereka banyak belajar dari keprihatinan.
Mungkin itulah tipe-tipe yang ada,,yang selama ini saya temui di antara temen-temen yang masih kuliah di LIPIA.
Dari catatan singkat ini, Mungkin ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil :
1. Nikah adalah amanah, belajar adalah amanah,,,tiap manusia hidup tidak akan terlepas dari amanah samapi dia menghadap Allah,,namun kita juga bisa mengukur diri,,seberapa berat serta kuatnya kita manahan apa saja yang mau kita ambil, “ la yukallifu Allahu nafsan illa wus aha “,,kullukum rain,,wa kullukum masulun an raiyyatih “
2. Manajemen waktu yang baik, serta fleksibel sesuai keadaan dan posisi kita
3.Pilihlah wanita yang sholeha,,istri yang mampu memahami dan mudah untuk kita pahami.
4.syukuri apa yang ada,,,dan jangan berhenti berupaya
5.tawakal kepada Allah,,bukan pada manusia atau yang lain
6.jika ingin kaya dunia,,berbisnislah,,,
7.Manusia itu berbeda satu sama lain,,tiap insan punya karakter n kelebihan masing-masing,,jangan disamaratakan kemampuannya,,( jangan membandingkan,jika kamu tidak mau dibandingkan ),,,tidak ada yang sempurna,,namun,,,akan menjadi sempurna jika kita mau dan mampu menerima secera sepenuh hati kondisi kita dan dirinya, serta orang lain.
8.terkadang,,kita harus menulikan telinga kita,,jangan dengarkan kata-kata orang lain. ( seperti cerita kodok tercebur dalam sumur )
9.Hiduplah di ruang serta lingkungan yang punya aura positif,, bukan di lingkungan yang punya aura negative dari kelakukan apalagi perkataan,,,
10.Make a plane,,but allah make a plane for you too,,and allah’s plane is the best
“ Semoga tiap masing-masing diri kita mendapatkan yang terbaik, cocok buat diri kita,,di mata Allah,,,” especially for you,,,strawberry……



Tidak ada komentar:
Posting Komentar